Batak Dari Zaman Dahulu

Mungkin akan menarik untuk membuat kajian bahwa Indonesia merupakan tempat berkembangnya peradaban yang tercanggih yang pernah ada di dimuka bumi? Sementara ahli-ahli dari bangsa Eropah dan Amerika sibuk untuk meneliti dalam rangka menguak rahasia yang berawal dari suatu cerita yang dianggap legenda, maka orang-orang Indonesia tidak pernah membuka ruang di benak untuk mengenal apa yang disebut Atlantis sebagai benua yang hilang. Dari sekian banyak upaya untuk menguak misteri ini yang tentusaja sudah mengeluarkan dana yang sangat besar baik oleh perorangan, kelompok, maupun institusi keilmuan, ternyata benua Atlantis yang hilang itu diduga adalah Indonesia. Dari puluhan parameter kajian menyimpulkan bahwa Sumatra menjadi pusat bangsa Atlantis yang disebut hilang misterius itu. Plato menjadi sumber awal untuk mencari harta karun peradaban yang hilang itu.

Millenia Sesudah Masehi

Sejarah yang masih baru juga dijejakkan oleh kelompok Batak yang membentuk komunitasnya di Negri Malaysia, namun mereka sudah banyak yang menghilangkan marga dan disebut Melayu. Dalam lingkup kecil sebagai bangsa, Bangsa Batak di Indonesia hanya diklasifikasikan sebagi suku dan bahkan yang suatu saat nanti akan hilang sama sekali. Marga adalah bentuk-bentuk peninggalan peradaban purbanya oleh karena marga-marga memiliki kemuliaannya sendiri-sendiri yang menjadi ke-khusus-an pada Bangsa Batak yang berdiri sendiri-sendiri dan saling menghormati satu sama lainnya diatas kemuliaannya masing-masing. Marga marga memanglah menjadi suku-suku pada Bangsa Batak dan setiap marga menjadi satu suku yang membawakan tatanan kemasyarakatannya sendiri, bergaul dalam kelompok suku-suku lainnya yang disebut Bangsa Batak.

Bangsa Batak yang ada di Indonesia terdiri dari sekitar 400-san suku yang diwujudkan dalam bentuk marga-marga. Pada awal kemerdekaan, sejarah kebangsaan Indonesia masih menyebutkan marga sebagai suku, namun seiring dengan perjalanan waktu istilah tersebut mengalami perubahan menjadi suku marga dan kemudian terjadi penciutan makna menjadi marga saja dan sekarang semua marga-marga yang ada hanya disebut sebagai satu dalam penyebutan suku Batak. Kalau kita urutkan dengan bahasa umum seperti Nation – Tribe – Clan – Surname (Bangsa – Suku Bangsa – Marga – Sub marga). Dalam hal penggolongan ini untuk Bangsa Batak adalah Bangsa Batak (keseluruhan) – Suku Bangsa Batak (Batak Toba termasuk Mandailing – Angkola – Sipirok, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Dairi, Batak Pakpak, Batak Kluet, Batak Alas, Batak Gayo, Batak Dalleh yang sudah menghilangkan marganya, termasuk Melayu Deli yang pada dasarnya berasal dari keturunan Suku Bangsa Batak yang melingkupi letak geografis hampir seluruh Sumatra Utara..

Saat ini, Batak bukanlagi sebagai bangsa melainkan hanya disebut sebagai suku. Banyak faktor terjadinya penciutan pengakuan Batak sebagai Bangsa, dan kebanyakan datangnya dari kalangan Batak sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: