KOLEKSI DUNIA MISTIK DAN SPRITUAL

  1. TUNGGAL PANALUAN : Duplikat, bahannya dibuat dari kayu tada-tada, diukir berbentuk manusia, cecak, ular, kala jengking dan binatang berbisa lainnya, patung manusia, bagian atas diberi berambut. Tunggal Panaluan disebut Tongkat Sakti, tongkat sihir penolak bala digunakan waktu pesta Satti, Mandudu dan lain lain.
  2. TUNGKOT MALEHAT : Bahan dari kayu tada-tada diukir bentuk patung manusia mengendarai kuda, kadal, ular dan binatang berbisa lainnya. Dipakai untuk tujuan magik oleh para datu.
  3. SAHAN (1) (NAGA MORSARANG) : Bahan dari tanduk kerbau diukir disumbat dengan tutup kayu berukir dipakai untuk tempat obat oleh para datu, motif toba.
  4. SAHAN (2) (SIBIAKSA) : Sahan motif Samosir, fungsinya soma dengan Sahan, motif Toba.
  5. PISO HALASAN (1) : Bahan dibuat dari besi, suhulnya (gagang) dari tanduk Rusa, Sarong dari kayu dilapis dengan kulit ekor kerbau, Dipakai untuk menyembelih kerbau waktu pesta gondang Sarimatua, Piso Halasan juga digunakan sebagai lambang kebesaran bahwa pemiliknya telah pernah mengadakan pesta besar, mangalahat horbo diiringi gondang Sabangunan. Piso Halasan biasanya disandang dan dikepit di lengan kiri dalam pakaian adat lengkap.
  6. PISO HALASAN (2) : Gagangnya dari tanduk, pisau dari besi baja, sarangnya dari kayu dilapis kulit ekor kerbau pada ujung sarong dibuat tanduk berukir. Fungsinya soma dengan Piso Halasan (1).
  7. TAGAN PARPAGARAN : Bahan dibuat dari kayu, berukir halus dilengkapi singa-singa, bagian tutupnya diukir bentuk patung manusia mengendarai kuda, digunakan untuk tempat pagar pelindung keluarga dari niat jahat orang lain.
  8. SAHAN (3) : Sahan kecil dari tanduk kambing diukir disum bat dengan patung kayu, digunakan oleh datu untuk tempat pupuk.
  9. TAGAN GARUNG-GARUNG : Bahannya dibuat dari bambu diukir, motif ipon-ipon. Tutupnya dibuat dari kayu diukir, dilengkapi patung m anusia bertingkat dua. Digunakan untuk tempat pulungan obat-obatan oleh para datu.
  10. SONDI : Dibuat dari kayu berukir singa-singa ditunggangi oleh manusia badan berbentuk tabung berukir dari tanduk kerbau. Digunakan untuk tempat pupuk oleh datu.
  11. GUCI PARPAGARAN : Bahan dibuat dari keramik baker dibuat tempat pagar pelindung keluarga dari marabahaya.
  12. HAJO PARPAGARAN (2) : Motif lain dari guci parpagaran berisi taor (obat).
  13. HAJO PARPAGARAN (3) : Dibuat dari bahan keramik bakar (Tembikar) dipakai untuk tempat pagar.
  14. PATUNG DEBATA IDUP LAKI-LAKI (1) : Duplikat, bahan dibuat dari kayu nangka. Dahulu patung jenis ini sengaja dibuat sebagai perwujutan dari Debata idup (Mulajadi Nabolon silehon hangoluan) dianggap sebagai pelindung bagi kelompok atau marga pembuatnya. Dewasa ini patung jenis ini juga tetap dibuat namun telah berobah fungsi menjadi sejenis hiasan.
  15. PATUNG DEBATA IDUP PEREMPUAN (2) : Duplikat, pasangan dari patung Debata Idup Laki-laki.
  16. PATUNG DEBATA IDUP (3) : Motif lain dari patung Debata idup.
  17. PATUNG AJIDONDA SILINDUAT : Jenis lain dari patung Debata idup Dua buah, patung laki-laki dan wanita dirangkai menjadi satu digunakan untuk upacara magic.
  18. PATUNG SIHARHARI : Terdiri dari dua buah patung kayu laki-laki dan perempuan dirangkai menjadi satu digunakan dalam upacara magic.
  19. TIGA BOLIT : Dibuat dari kain berwarna merah putih dan hitam, dipilin menjadi satu. Dipakai oleh datu sebagai tali-tali.
  20. BONANG MANALU : Bahannya dari benang merah putih dan hitam, biasanya dipergunakan sebagai jimat setelah diberi mantera oleh datu (dukun).
  21. GURI-GURI SIBOANON : Bahan dari porselen digunakan te mpat pagar / Mascot untuk dibawa-bawa.
  22. GURI-GURI TAOR (1) : Bahan dari porselen dipakai untuk tempat taor didalam rumah.
  23. GURI-GURI TAOR : Bahan dari porselen digunakan untuk tempat taor/pagar ditempatkan di dalam rumah untuk menjaga seisi rumah dari niat jahat orang lain.
  24. GURI-GURI PARTAORAN : Bahan dari porselen diberi sumbat (penutup) dari kayu yang dipahat berbentuk manusia. Dipakai untuk menyimpan taor/pagar oleh para datu.
  25. GURI-GURI PARMIAHAN : Guri-Guri tempat pupuk.
  26. PATUNG SITOLU : Bahan dibuat dari kayu dipahat berbentuk tiga manusia menyatu, kemungkinan merupakan gambaran dari tri tunggal mulajadi.
  27. PATUNG SIDUA SAIHOT : Patung kayu dirangkai dengan tali ijuk kemungkinan adalah motif lain dari Debata idup.
  28. GARUNG-GARUNG RAMUAN : Tabung bambu tempat ramuan obat.
  29. BULU SONDI : Jenis lain dari tabung bambu tempat ramuan obat-obatan.
  30. PATUNG RAME-RAME IHAN : Bahannya dari kayu.
  31. SALUNG : Dibuat dari bambu dipakai untuk tempat minum ramuan obat-obatan.
  32. TOPENG (1) : Bahannya dari kayu dipakai waktu tari topeng ketika pesta turun.
  33. SONDI TANDUK : Bahannya dari tanduk dan kayu diukir dan dipahat bentuk patung manusia mengendarai hoda-hoda. Dipakai untuk tempat pupuk.
  34. POHUNG (1) : Bahannya dari batu, dipahat bentuk manusia Digunakan sebagai patung penjaga kebon setelah diisikan pupuk kedalamnya
  35. POHUNG (2) : Patung penjaga kebon motif lain berasal dari desa Sigumpar.
  36. SOMBAON ; Patung batu ujud kepala manusia.
  37. PANGULU BALANG : Patung batu digunakan sebagai penjaga kampung dari niat jahat orang lain, biasanya ditempatkan di benteng (parik ni huta).
  38. PATUNG HODA-HODA : Bahannya dari kayu keras, dahulu dibuat sebagai lambang kenderaan kayangan, tunggangan nenek moyang menuju kayangan. Dewasa ini juga dibuat para seniman tetapi fungsinya telah berubah dari tujuan mistik ke tujuan Dekorasi (hiasan).
  39. PATUNG KEPALA HODA-HODA : Bahannya dari kayu, kulit kambing dan bulu surai kuda dipakai untuk pelengkap tortor hoda-hoda pada waktu pesta turun.
  40. RAGA-RAGA : Bahannya dibuat dari kayu, bambu, tali siariman dan umbai-umbai dari janur daun enau. Bentuk menyerupai para-para digantungkan ditengah-tengah rumah ke pamoltak ni Ruma (balok atop rumah). Raga-raga biasanya dimiliki oleh keturunan Ompu (Saompu) fungsinya adalah untuk tempat pemujaan kepada Debata Silaon Nabolon.
  41. MOMBANG : Bahannya dari rotan, daun janur (mare-mare) digantungkan di pamaltok ruma digunakan untuk sarana pemujaan leluhur.
  42. GIRING-GIRING ULOS : Sejenis lonceng dari perunggu digunakan sebagai hiasan pada pakaian, dipakai sebagai pelengkap kebesaran pemakainya. Digunakan pada upacara adat tertentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: