Bab. V.2. Berita Na Marpantom–Pantom anak tuan sorba ni Benua.

Tuan Sorba ni Banua Raja yang perkasa di Toba Balige menginginkan agar anak – anaknya kelak menjadi panglima perang yang termasyur. Untuk mewujudkan cita –citanya itu maka Tuan Sorba ni Banua mengajarkan anak – anaknya berbagai ilmu pencak silat dan melatih lempar Tombak.

Setelah anak – anakanya memiliki ilmu pencak silat dan matang melempar tombak maka Tuan Sorba ni Banua menyuruh anaknya mengadakan pertandingan perang menombak (marpantom-pantom) antara anak Boru Pasarubu melawan Anak Boru Basopaet. Supaya jangan timbul kecelakaan disuruhnya tombak (hujur ) mereka dibuat dari Pinpin ( sanggar).

Dalam pertandingan perang menombak ( marpantom – pantom ) ini nampak keunggulan anak dari Basopaet (Toga Sumba, Toga Sobu, Toga Pospos ) yang selalu mengalahkan anak Boru Pasaribu. Anak dari Boru Pasaribu ( Sibagot ni Pohan, Sippaettua, Silahisabungan, Siraja Oloan dan Siraja Hotalima) mereka kaget melihat ketangkasan lawannya menangkap tombak ( hujur ) yang mereka lemparkan.

Pada suatu ketika Siraja Hutalima berniat jahat untuk membunuh lawannya itu. Dibuatnya tombak (hujur ) dari Pinpin ( sanggar ) tetapi diujungnya ditancapkan lidi ijuk ( Tarugi ) yang berisi racun. Ketika terjadi pertandingan menombak yang seru, Siraja Hutalima melempar tombak ( hujur ) yang berisi racun itu kepada Toga Sobu, tetapi dengan mudah ditangkapnya. Memperhatikan tombak yang ditangkapnya agak berat lalu lalu diperiksanya. Kemudian Toga Sobu berkata “ Na martahi pamate hami do ho hape“ (bermaksud membunuh kami kau rupanya) katanya sambil melempar tombak itu kembali kepada Siraja Hutalima, dan kena pada matanya. Siraja Hutalima mencerit karena matanya berdarah. Sibagot ni Pohan menghunus pedang mau membunuh Toga Sobu, Karena disangkanya Toga Sogu yang berbuat jahat. Untung Silahisabungan cepat melerai dan bertanya kepada Siraja Hutalima “ Hujur ni ise do on, (Tobak Siapa nih)  katanya sambil menarik tombak itu dari mata Siraja Hutalima. Siraja Hutalima menjawab: “ hujurhu do I hahang, “ (tombaknya si abang) katnya sambil menjerit. Kemudian silahisabungan mengatakan bahwa Toga Sobu tidak bersalah, karena yang terjadi adalah senjata makan tuan. Sekarang kita bawa Siraja Hutalima kekampung supaya cepat diobati. Sejak itu Siraja Hutalimas sakit – sakitan dan akhirnya meninggal dunia.

Akhibat kematian Siraja Hutalima, Toga Sumba, Toga Sobu dan Toga Pospos merasa takut tinggal bersama anak dari Boru Pasaribu. Akhirnya mereka bersama Boru Basopaet pindah kedaerah Humbang dan Silindu. Dalam berita ini nampak kebijakan Silahisabungan yang masih muda belia menghindarkan pertumpahan darah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: