Bab. V.5. Silahisabungan bertapa diharangan Hole.

Tano Siodung – odung, dinegeri Pangururan, tempat pertemuan air danau Toba, tanah perpisahan pulau samosir merupakan takdir Tuhan Yang Maha Kuasa. Demikianlah diibaratkan perpisahan Siraja Oloan dengan Abangnya Silahisabungan adalah merupakan takdir yang tak dapat dielakkan. Tinggallah Siraja Oloan di Pengururan dan kawin dengan Boru Limbong, kemidian pindah ke Bakara dan Kawin dengan Boru Pasaribu.

Silahisabungan terus melanglang buana hidup sebatangkara. Dia berangkat dari tanah Siogung ogung berjalan kaki ke Aek Rangat dikaki dolok Pasukbukit, terus ke tulas, Bonandolok sampai ke Hasinggaan. Dari Hasinggaan naik kebukit dan masuk keharangan Hole, suatu hutan belantara yang tak pernah diinjak manusia. Setelah tiba pada sebuah kayu rindang dia berteduh mengaso melepaskan lelah. Karena capeknya dalam perjalanan Silahisabungan jadi tertidur. Pada waktu itu turun hujan gerimis disertai Guruh dan Halilintar. Suara guruh dan halilintar tidak dirasakan Silahisabungan saking pulasnya tertidur.

Setelah hujan berhenti, guruh dan halilintar reda, berembus angin sepoi – sepoi, Silahisabungan pun bangun dari tempat tidurnya. Pada saat itu datang suara yang menakutkan dari atas pohon rindang itu : Hei, anak manusia siapa kau yang berani tidur sitempatkuyang angker ini ? nyawamu akan kucabut dan badanmu akan kuserahkan kepada binatang buas yang menjaga tempat ini, “ katanya.”

Silahisabungan terkejut mendengar suara itu. Diperhatikan sekelilingnya tidak ada manusia dan iya yakin itu adalah suara keramat yang berkuasa dihutan itu. Dengan sopan dan sembah sujud Silahisabungan menjawab : “ Ya, Ompung, aku adalah anak yang bernasib malang yang datang dari Toba Balige. Membawa luka dihati karena tindakan sibagot ni Pohan dalam Horja Sakti, “ katanya sambil menerangkan perpisahan dengan Sipaettua dan Adiknya Siraja Oloan yang tidak dapat dilupakan. Dengan suara lembut didengarnya lagi suara : “ Hei anak Manusia, kau adalah orang yang teguh pendirian, tutur sapamu sangat menawan deritamu sungguh mengagumkan. Lihatlah kesebelah kananmu, disitu ada barang bernama Tumbaga Holing, berisi bermacam – macamilmu ( raksa ni sidatuon dohot raksa ni harajaon ). Baca dan pelajarilah isinya dalam – dalam agar kau nanti menjadi datu bolon yang termansyur dan seorang raja yang perkasa.“

Dengan rasa hormat dan sujud semua perintah itu dilaksanakan Silahisabungan. Dia berdiri dan memeriksa tempat yang ditunjuk, memang benar ia menemukan Laklak Tumbaga Holing yang berwarna merah, hijau dan Hitam. Kemudian didengarnya suara : “ Sekarang bulan tula ( Bulan purnama ) hingga bulan tula ( bulan purnama ) yang akan datang, kau harus tinggal ditempat ini membaca dan memperdalam ilmu yang terdapat dalam Tumbaga Holing ini.

Tahankan lapar dan dahaga, lawan binatang buas dan ular berbisa, Baca dan pelajari Tumbaga Holing sampai Tamat. Bila datang cobaan atau mara bahaya, lipat tumbaga holing pajamkan mata, pusatkan pikiran jangan ragu semua akan berlalu, kau pasti menang segala cobaan dan mara bahaya akan hilang. “ katanya.

Silahisabungan mendengar perintah itu dengan tekun dan berjanji akan menuruti dengan sungguh sungguh. Selama tigapuluh hari tigapuluh malam Silahisabungan bertapa di Harangan Hole. Pada hari artia ni holom, tujuh hari sesudah hari purnama purnama datang cobaan. Rasa lapar dan haus yang tiada terhingga datang menggoda, mau melemahkan iman. Silahisabungan melihat tumbaga holing lalu memejamkan mata memusatkan pikiran. Kemudian mendengar suara : “ kau sudah lapar dan haus. Didepanmu ada jeruk purut ( unte Anggir ) dan pisau lipat. Belahlah jeruk itu dengan pisau dan minum airnya. “Silahisabungan melaksanakan petunjuk itu, rasa lapar dan haus jadi hilang.

Pada hari artia bulan berikutnya atau 14 hari bertapa datang cobaan kedua. Silahisabungan mau diserang tawon dan ular berbisa ( harinuan dohot ulok dari ) yang datang dari segala penjuru. Dilipatnya Tumbaga Holing, dipejamkan mata dan dipusatkan pikirannya, tawon dan ular berbisa jadi menghilang. Lalu didengarkannya suara : “ didepanmu terletak jeruk purut dan pisau tumbuk lada. Minumlah air jeruk itu dan pisau tumbuk lada yang sebilah ini simpan dengan baik dan kasiatnya pada Tumbaga Holing. Silahisabungan menuruti perintah itu dengan baik.

Pada hari artia ni angga atau 21 hari bertapa, datang lagi cobaan. Dilihatnya binatang buas (Harimau, Singa ) mau menerkamnya. Silahisabungan melipat Tumbaga Holing, memejamkan mata dan memusatkan pikiran. Tak berapa lama binatang buas menghilang.  Kemudian didengarkannya : “ didepanmu terletak jeruk purut dan pisau Halasan ( Pisau Harajaon ). Minumlah air jeruk itu dan Pisau Halasan ini simpan baik dan baca kegunaannya dalam Tumbaga Holing.

Pada hari purnama (Tula) bulan berikutnya merupakan hari terakhir masa pertapaannya datang cobaan alam yang paling menakutkan. Pada waktu itu datang hujan lebat disertai Angin putting beliung. Guruh dan Halilintar bersaut – sautan, tanah bergetar terasa akan runtuh. Silahisabungan melipat Tumbaga Holing dan menjunjung di atas kepala, mata dipejamkan, pikiran dipusatkan kepada Mulajadi Nabolon. Tidak berapa lama hujan berhentiangin dan halilintar jadi reda. Kemudian didengarnya suara : “ sekarang sudah hari purnama ( Tula ), Sudah 30 hari 30 malam kau bertapa dikeramat Namar Tua Dalan ( Tongkonan Namartua Dalan ).

didepanmu terletak jeruk purut, pisau bengkok bermata dua dan tombak sedepa yang dapat dipanjangkan (piso sigurdung sidua baba dohot siorlombing sadopa ). Bangkitlah dan mandi disungai cuci badanmu dengan jeruk purut itu pisau bengkok dan tombak sedepa simpan baik – baik. Baca kasiatnya dalm Tumbaga Holing. Sekarang berangkatlah kau tinggalkan tempat ini. Kau sudah menjadi manusia sakti. “ na siat marpangidoan tu mulajadi Nabolon “ ( yang dapat meminta langsung kepada tuhan Yang Maha Kuasa ),” katanya.

Silahisabungan pergi mandi, dibersihkan badan dengan jeruk purut. Badan yang penat kembali segar bugar. Selesai mandi ia berkemas, lakla Tumbaga Holing dan Barangnya disimpan dalam tas ( gampil )nya. Ia meneruskan perjalanannya kearah utara dan tiba diatas bukit simandar, dilihatnya ke bawah terdapat danau yang sangat luas dan dipantai baratnya nampak hamparan tanah yang datar. Kemudian dipandangnya arah kebaligo tidak nampak lagi apa – apa karena dihalangi dolok pasukbuhit dan pulau samosir. Ia turun kebawah melalui lereng laksabunga, dan dilihatnya tanah yang terhampar adalah tanah yang subur, karena asap api di Balige tidak mungkin lagi nampak maka ia jadi berkenan tinggal disitu, yang kemudian daerah itu disebut Silalahi Nabolak.

Setelah tiba di Silalahi Nabolak, Silahisabungan membangun pondok tempat tinggalnya, dibuatnya bubu untuk menangkap ikan disungai. Setiap hari silahisabungan mambaca dan mempelajari isi Tumbaga Holing, diketemukannya ilmu kesaktian yang dapat berlayar di atas air dengan sebuah daun sumpit. (Gulung Sumpit ). Dan ilmu silompit dalan ( ilmu yang mempercepat perjalanan ). Ditemukannya ilmu Hadatuon, hasiat barang – barang yang diterima :

  1. Piso lipat , adalah alat membelah jeruk purut untuk menyembuhkan segala penyakit buatan manusia.
  2. Piso tumbuk lada, adalah alat menyembuhkan,segala penyakit yang dibuat hantu dan setan-setan.
  3. Piso halasan , adalah alat kerajaan dan alat membunuh musuh diwaktu perang.
  4. Piso sigurdung sidua baba, adalah alat yang paling tinggi memusnahkan musuh dan melindungi diri-dari segala marabahaya.
  5. Siorlombing sadopa (hujur) adalah alat serba guna yang dapat dipakai sebagai tongkat petunjuk jalan kehidupan atau anak busur yang dapat mematikan lawan.

Dengan sebuah daun sumpit ( bulung sumpit ) dilayarinya danau yang sangat luas itu, yang kemudian disebut Tao Silalahi.  Setelah berbulan – bulan Silahisabungan di silalahi dia didatangi sorang raja Pakpak, bernama Raja Parultop.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: